Minggu, 19 Januari 2014

ISLAM DAN EKSISTENSI


ISLAM DAN EKSITENSI

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang artinya merahmati seluruh alam, rahmat berarti melindungi bisa juga mengayomi dalam surat al-ambiya’ Allah menerangkan :
  107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Kata-kata kamu diatas berarti Nabi Muhammad SAW yang mana beliau utusan Allah SWT yang  membawa agama islam turun ke dunia.

Dalam melindungi, islam memberikan suatu syarat atau peraturan atau juga bisa disebut undang-undang. Yang mana dari kesemua istilah tersebut bertujuan mengatur agar kita yang ada dalam perlindungan islam bisa hidup nyaman tentram dan bahagia dunia akhirat.

Lantas bagaimana cara islam melindunginya ? tentu saja dengan melakukan shalat, puasa, zakat, berbuat kepada sesame, saling menolong dan masih banyak lagi. Contoh sholat, islam menyuruh kita shalat bertujuan agar kita itu tidak berbuat keji dan mungkar dalam surat al-ankabut ayat 45 Allah SWT berfirman :

45. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan

Pernyataan diatas telah menjelaskan bahwa bila kita ingin terhindar dari perbuatan keji dan kemungkaran kita haruslah shalat. Bila dianalogikan bila ingin dapat perlindungan dari islam kita diharuskan lebih dahulu manaati peraturan yang telah dibuat islam , seperti shalat tadi bila ingin terhindar dari perbuatan keji dan mungkar haruslah shalat dan shalat adalah peraturan yang dibuat islam agar kita bisa terhindar dari perbuatan tersebut.

Contoh lagi puasa, puasa atau saum yang berarti menahan. Arti menahan disini dimaksudkan menahan haus dan lapar, hawa nafsu, dari perbuatan yang tercela, amara dan masih banyak lagi. Tetapi dibalik arti kata menahan tersebut terdapat faedah atau manfaat yang tersembunyi, meenurut penelitian tahun 90-an bahwa berpuasa itu menyehatkan baik dari sisi jasmani dan rohani.

Dari beberapa contoh diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwa islam benar-benar melindungi setiap insan yang memegang apa yang telah diatur oleh islam sehingga para insan yang dilindungi oleh islam ini mendapatkan kebahagian dunia dan kebahagian akhirat, kebahagian jasamani dan kebahagian rohani.

Tapi hal itu sekarang malah jadi keanehan dalam masyarakat, sejak zaman era-globalisasi yang melanda negeri ini. Banyak yang telah melupakan islam sebagai pelindung meraka. Dan malahan orang-orang yang berpegang dengan peraturan islam malah dianggap aneh dan sedikit demi sedikit hilang ditelan bumi pertiwi atau bisa kita bilang hilang dari eksistensi dunia ini.

Eksistensi dunia islam seakan telah terganti dengan kemoderanan teknologi dan gaya hidup masyarakat yang semakin tidak karuan. Banyak orang islam tapi juga banyak orang yang menginjak-injak islam miris sekali!!!. Hal tersebut ditandai dengan banyak masjid yang dibangun dengan megah dan bagus tetapi sangat sedikit orang yang melakukan sholat dimasjid pada waktu sholat tiba, kenyataan ini tidaklah seimbang dengan megahnya masjid tetapi sedikit sekali penghuni masjid tersebut, Astagfirullah!!!.

Hal ini lah yang membuat eksistensi islam pudar dengan sedikit demi sedikit. Dari menjaga ibadah sholat saja sudah tidak karuan apalagi menjaga amalan yang lain yang berhubungan dengan ibadah. Jelaslah di negara kita ini banyak terjadi kemungkaran, dikarenakan para manusianya tidak bisa menjaga shalatnya. Allah.SWT. telah berfirman toh “shalat itu mencegah dari perbuatan mungkar”, jadi bila kita ingin terlindung dari kemungkaran dan ketentraman pada suatu daerah ya harus menjaga shalatnya, gampangannya gtu.

Namun pada saat ini sangatlah susah untuk menyuruh orang sholat sebab kesibukan yang padat dan kenikmatan dunia yang makin mempesona sehingga sholat adalah barang langkah yang harus dijaga keeksistensiannnya. Bicara eksistensi, dunia islam sekarang lagi dilanda masa krisis yang mana pada zman ini lebih mementingkan dunia dari pada akhiratnya yang menhanyutkan nilai eksistensi islam dalam peredaran zaman sekarang.

Pudarnya eksistensi dunia islam tersebut ditandai dengan sedikitnya orang yang sholat dimasjid, sedikitnya orang-orang yang menghadiri majlis-majlis ta’lim, turunnya minat membaca al-qur’an, orang-orang islam yang jauh dari nilai keislaman dll. Kepudaran eksistensi dunia islam juga berdampak dengan orang yang memegang dunia islam dengan teguh, seakan mereka terpinggirkan oleh zaman, orang-orang yang berpegang teguh dengan dunia islam semakin hari semakin sedikit sebab semakin hari semakin dikucilkan oleh kemajuan zaman.

Semisal sedikitnya orang pada zaman ini bisa shalat tepat waktu dan orang yang shalat dimasjd. Pada zaman sekarang ini shalat tepat waktu adalah hal berat seakan-akan bila kita melakukan shalat tepat waktu kita akan kehilngan waktu yang sangat banyak, padahal shalat itu cuma 5 menit paling cepat selambat-lambatnyta 10-15 menit. Hal ini yang dapat menghilangkan eksistensi dunia islam dengan menggampangkan hal yang fatal bagi kehidupan kita nanti baik didunia maupun diakhirat.

Tidak hanya dalam hal shalat eksistensi dunia islam itu akan pudar tetapi juga dalam hal yang lainnya juga sangat berpengaruh seperti minat baca al-qur’an. Al-qur’an adalah kitab suci kita didalamnya terdapat perturan yang mengatur kita unutk menggapai kebahagian dunia dan akhirat dan yang sudah terbukti kebesarannya dimata dunia keilmuan banyak ilmuan masuk islam disebabkan oleh ayat-ayat suci al-qur’an. Tapi sekarang juga malah banyak orang yang malas membaca al-qur’an tidak hanya malas membaca bahkan menginjak-injaknya secara tidak langsung. Dan hal ini juga yang memudarkan eksistensi dunia islam.

Coba kita lihat dunia kita sekarang akibat pudarnya dunia islam dalam zaman sekarang banyak kerusakan terjadi dalam berbagai aspek, mulai dari lingkungan, moral, pendidikan, gaya hidup, dll. Maka dari itu sebaiknya kita yang sekarang masih bisa menjaga ke eksistensian islamharuslah lebih dan lebih lagi untuk menjaganya jangan sampai kita juga ikut pudar dari ke eksiteinsian  islam.

Untuk menjaga ke eksistensian ini biar tidak punah kita haruslah lebih mendekatkan diri kepada Allah.SWT dengan melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya dan terus belajar untuk kemajuan umat dan terus berdakwah untuk kesadaran umat.

SAYA HARAP ADA KOMENTAR DAN TANGGAPAN DARI TULISAN SAYA INI !!!!!...









Kenikmatan Yang Terbesar

Setelah saya melihat vidio ini (https://www.youtube.com/watch?v=gSO6oojwwm4) di Youtube. Saya berpikir, memang tidak ada nikmat yang menandingi nikmat yang lainnya selain diberikannya kita agama islam. Agama yang dibawa Rasulullah.SAW. ini bila direnungkan dalam-dalam adalah nikmat yang paling besar dari segala nikmat. Dalam tulisan ini saya akan mencoba menjelaskan "kenapa islam adalah nikmat yang paling besar ?".

Pertama, didalam islam kita hanya mengenal Tuhan yang satu dan Esa yang bernama Allah.SWT. Dia-lah yang maha segala, tentu kita patut sangat bersyukur bahwa kita yang beragama islam telah diberi nikmat untuk mengenal Tuhan kita yang asli dan tidak ada yang mempersekutukan-Nya yaitu Allah.SWT. 

Kedua, setelah kita diberi nikmat untuk mengenal Allah.SWT. Kita juga boleh beribadah menghadapnya. Bayangkan bila kita tidak boleh beribadah dan menghadap Allah.SWT., betapa kacaunya diri kita coba, tidak ada sumber ketenangan yang hakiki, tidak ada tempat bersandar yang kokoh untuk kita mengaduh, untuk kita memecahkan masalah dan untuk kita meminta. Dan nikmat ibadah kepada Allah.SWT itupun Allah.SWT yang memberi. Kita diijinkan untuk menghadap Allah.SWT itu semua atas izin Allah.SWT. Saat diwaktu shubuh kita tertidur lelap tanpa sadar kita bangun dan mendengar suara adzan Allah.SWT itu yang membangunkan kita. Allah.SWT pula yang memberikan waktu untuk kita sholat menghadap-Nya semua itu atas izin-Nya.

Ketiga, ini adalah nikamat yang paling tiada duanya dari nikmat yang pertama dan nikmat yang kedua, yaitu : nikmat yang mana kita dilahirkan langsung dalam keadaan islam dan tanpa harus susah payah untuk mencari Tuhan kita yang sebenarnya, seperti orang sebelum kita yang susah payah mencari keberadaan Tuhan yang sebenarnya Dengan dilahirkannya kita yang langsung beragama islam kita tidak lagi harus sulit mencari hidayah.

Ketiga penjelasan tersebut sedikit banyak mewakilkan penjelasan "kenapa islam adalah nikmat yang paling besar ?".Adapun ada penjelasan yang lebih spesifik lagi saya menuggu akan hal tersebut. 

Terima Kasih.... =)