Rabu, 12 Maret 2014

BANU MUSA BERSAUDARA (ABAD KE 9) TIGA ILMUWAN BERSAUDARA


BANU MUSA BERSAUDARA (ABAD KE 9)
TIGA ILMUWAN BERSAUDARA

Banu musa bersaudara adalah 3 orang bersaudara yang bernama.
      1.   Abu Ja’far Muhammad ibn usa ibn Shakir, ahli fisika, geometri, teknik dan astronomi.        
      2.   Ahmad bin Musa ibn Shakir, ahli teknik dan mekanik.
      3.   AL-Hasan bin Musa ibn Shakir, ahli rekayasa dan geometri.
Ketiga nama diatas tersebut adalah putra dari cendikiawan terkemukan abad ke-8, seorang ahil astrologi yang bekerja di Khalifah al-Ma’mun di Irak, beliau bernama Musa bin Shakir.
Banu musa bersaudara adalah pengarang buku al-Hiyal (buku alat-alat pintar). Buku ini berisikan 100 macam mesinm seperti: pengisi tangki air otomatis, pengolahan logam, teknik tambang, lampu tambang, lampu landai, lampu otomatis, tekanan diferensial dan masker gas.
   Dalam bidang ilmu pengetahuan Banu bersaudara banyak menemukan dan menuliskan dalam beberapa bidang ilmu pengetahuan, diantaranya :
-        Dalam bidang pertambangan Banu bersaudara menulis kitab al-Hiyal yang mana kitab tersebut membahas tentang teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
-          Dalam bidang arsitektur mereka bertiga menciptakan pembuatan air mancur, kincir angin, system kanal bawah tanah yang terkenal seperti di Belanda.
-          Dalam bidang matematika dan geometri. Banu bersaudara menuliskan cara menghitung luas serta volume, menggunakan rumus matematika.
-          Dan masih banyak lagi.
Kitab al-Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik memberikan warisan kepada perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia islam. Penemuan cara pembuatan air mancur oleh Banu Musa bersaudara memberikan sumbangan bagi kemajuan arsitektur. Dan air mancur juga sekarang menjadi tren dalam dunia modern untuk mempercantik tatanan ruangan baik rumah, masjid, istana, dll.

Kamis, 06 Maret 2014

Said al-Asma’I (740 - 828) Ilmuawan Botani dan Zoologi



 Said al-Asma’I (740 - 828)
Ilmuawan Botani dan Zoologi
Nama asli Sai’id al-Asma’I adalah Abdul Malik ibn al-Quraib al-Asma’I. lahir di Basrah, Irak, pada tahun 740 M dan meninggal  pada 828 M.
Sa’id adalah seorang ahli biologi khususnya dibidang zoology dan botani serta pemelihara binatang. Ia adalah pelopor dalam pengkajian bidang zoology (ilmu hewan)
Semasa hidpnya sa’id menulis beberapa kitab yang ada keterkaitan dengan zoolgy diantaranya: kitab al-Khail kitab ini membahas tentang perkembang biakan kuda, lalu kitab al-Ibil kitab ini yang membahas tentang perkembang biakan unta dan selanjutnya kitab ash-Sha’ yang membahas tentang kambing dan kitab Wuhush yang membahas tentang hewan liar.
Sai’d pula adalah ilmuawan yang pertama kali mempelajari anatomi tubuh manusia. Ia menulis sebuah buku yang khusus untuk anatomi tubuh yaitu Kitab Khalaq al-Insan, kitab tersebut sangatlah fenomenal dan menjadi rujukan ilmuwan Eropa sampai dengan abad ke-19 M

Jabir ibn Hayyan (721M – 815M) Bapak Ilmu Kimia Dunia



Jabir ibn Hayyan (721M – 815M)
Bapak Ilmu Kimia Dunia
Jabir ibn Hayyan adalah seorang ahli ilmu kimia muslim. Beliau lahir di sebuah kota di Iran yang bernama kota Tus pada tahun 721 M dan meninggal di Kuffah pada tahun 815 M. Jabir dijuluki sebagai The Father of modern chemistry atau Bapak ilmu kimia modern. Di kawasan Eropa Jabir lebih dengan nama Geber.
Selain ahli dalam ilmu kimia Jabir ibn Hayyan juga ahli dalam beberapa bidang ilmu diantaranya, farmasi, fisika, filsufi dan astronomi. Jabir dinobatkan sebagai renaissance man (manusia yang mencerahkan).
Dalam bidang ilmu kimia Jabir telah menemukan beberapa bahan kimia yang sekarang ini sangatlah bermanfaat dan berpengaruh kepada kehidupan dunia sekarang. Diantaranya, asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, dan larutan aqua regia (larutan asam nitrat dan asam klorida). Dalam ilmu kimia Jabir juga menemukan beberapa teknik kimia diataranya distilasi dan kristalisasi. Dan dalam bidang kimia terapan Jabir juga dapat menerapkan ilmu kimia pada proses pembutan besi dan logam lainnya, serta formula untuk pencegahan karat pada logam.
Julukannya sebagai The Father of Modern Chemistry memanglah pantas disandang sebab banyak ilmu dasar kimia yang beliau temukan. Jabir juga orang pertama yang menggunakan mangandioksida dalam pembuatan gelas kaca. Bukan hanya itu saja Jabir juga yang pertama kali mencatat bahwa pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Dan dari tulisannya ini memberikan jalan bagi ar-Razi untuk menemukan etanol.
Secara ringkas Jabir ibn Hayyan telah menemukan 3 tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsurnya :
1.    Air (spirtus)
2.    Logam, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi
3.    Bahan campuran yang dapat dibuat bubuk
Dengan berhasilnya penemuan yang dilakukan oleh Jabir ibn Hayyan pada abad lalu membawa dampak dan efek yang sangat bermanfaat bagi dunia pada saat ini,  penemuan-penemuan Jabir memberikan arti penting dalam sejarah kimia dan sekaligus membuat dunia semakin lebih indah. Bukan hanya itu saja penemuan beberapa zat kimia jabir juga berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Jabir ibn Hayyan memiliki kebiasaan saat mengakhiri eksperimennya dengan menuliskan :
“Saya pertama kali mengetahuinya melalui tangan dan otak saya, dan saya meneletinya hingga sebenar mungkin, dan saya mencari kesalahn yang mungkin masih terpendam“